Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sidoarjo – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 1 September 2026, dan membuat para santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan laporan terbaru pada Rabu, 2 September 2026, jumlah santri yang mendapatkan penanganan mencapai 500 orang. Mereka tersebar dan dirawat maupun menjalani observasi di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 320 pasien dilaporkan telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, 65 pasien masih menjalani rawat inap dan 115 pasien lainnya masih berada dalam tahap observasi oleh tenaga medis.

Keluhan Muncul Setelah Menyantap MBG

Gambar ilustrasi

Kejadian bermula setelah para santri menerima dan menyantap makanan MBG yang didistribusikan ke lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam.

Menu yang diterima para santri disebut terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, serta buah apel.

Makanan tersebut didistribusikan dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin. Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan dikirim sekitar pukul 10.00 WIB dan kemudian dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.

Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah santri mulai merasakan berbagai keluhan kesehatan. Gejala yang muncul di antaranya mual, muntah, pusing, dan tubuh terasa lemas.

Karena jumlah santri yang mengalami keluhan cukup banyak, mereka kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis.

Ratusan Santri Mendapat Perawatan

Jumlah korban dalam kejadian tersebut sempat mengalami perubahan seiring proses pendataan dan penanganan di rumah sakit.

Dalam perkembangan terbaru, jumlah santri yang mendapatkan penanganan mencapai 500 orang. Mereka ditangani di delapan rumah sakit yang berada di wilayah Sidoarjo.

Sebagian pasien yang kondisinya sudah membaik diperbolehkan pulang. Namun, sejumlah santri lainnya masih harus menjalani rawat inap maupun observasi untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil.

Dari 500 santri tersebut, 320 orang telah diperbolehkan pulang. Sebanyak 65 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 115 lainnya masih dalam proses observasi.

Penanganan dilakukan untuk memastikan para santri mendapatkan pertolongan medis sesuai kondisi masing-masing.

Pesantren Tegaskan MBG Bukan Diolah di Ponpes

Pihak Pondok Pesantren Manbaul Hikam juga memberikan penjelasan mengenai asal makanan yang dikonsumsi para santri.

Makanan program MBG tersebut bukan diolah oleh pihak pesantren. Makanan berasal dari SPPG Kalitengah yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat.

Penjelasan tersebut menjadi penting karena kejadian berlangsung setelah para santri mengonsumsi makanan MBG. Meski demikian, hubungan antara makanan tersebut dengan keluhan kesehatan yang dialami para santri masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

SPPG Kalitengah Disuspend Sementara

Setelah kejadian tersebut, operasional SPPG Kalitengah dilaporkan mengalami penghentian sementara atau suspend.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut terhadap kejadian yang menimpa ratusan santri. Evaluasi dan pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelum operasional kembali dilanjutkan.

Pemeriksaan laboratorium juga menjadi bagian penting dalam proses penelusuran. Dengan pemeriksaan tersebut, pihak berwenang dapat mencari tahu apakah terdapat kontaminasi pada makanan, bahan tertentu yang bermasalah, atau faktor lain yang menyebabkan banyak santri mengalami keluhan dalam waktu berdekatan.

Penyebab Masih Dalam Pemeriksaan

Meski keluhan kesehatan muncul setelah para santri menyantap makanan MBG, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan.

Karena itu, istilah “diduga keracunan” digunakan dalam pemberitaan. Belum tepat untuk menyimpulkan bahwa makanan MBG terbukti menjadi penyebab sebelum hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan selesai.

Penelusuran diperlukan untuk mengetahui sumber masalah secara akurat. Hal ini termasuk pemeriksaan terhadap makanan, proses pengolahan, distribusi, hingga kemungkinan faktor lain yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan para santri.

Kejadian ini juga menjadi perhatian karena jumlah penerima yang terdampak cukup besar. Evaluasi terhadap proses penyediaan makanan menjadi penting agar standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.

Tidak Ada Korban Meninggal

Di tengah penanganan ratusan santri, kabar baiknya adalah tidak ada laporan mengenai korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Sebagian santri yang kondisinya membaik telah diperbolehkan kembali, sementara pasien lainnya masih mendapatkan perawatan dan pemantauan tenaga medis.

Pihak terkait masih melakukan penanganan sekaligus menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

Kasus dugaan keracunan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap penyediaan makanan dalam program berskala besar seperti MBG. Proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi perlu dilakukan sesuai standar keamanan pangan agar makanan yang diterima masyarakat tetap aman untuk dikonsumsi.

Untuk saat ini, fokus utama adalah memastikan seluruh santri yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan hingga kondisi mereka benar-benar pulih, sembari menunggu hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan penyebab kejadian tersebut.

Sumber Referensi : detikJatim

This post has been viewed 17 times.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.