Lokasi Kopdes Merah Putih Bikin Heboh, Ada yang Berdiri di Pinggir Pantai hingga Dekat TPU
JAKARTA – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini, bukan hanya soal program ekonominya, tetapi justru lokasi sejumlah bangunan koperasi yang dinilai tidak biasa hingga membuat warganet salfok.
Sejumlah video dan informasi mengenai bangunan Kopdes Merah Putih di berbagai daerah beredar di media sosial. Dalam sejumlah unggahan, terlihat bangunan koperasi yang berada cukup jauh dari permukiman, di kawasan lereng, hingga berada di sekitar area pemakaman.
Fenomena tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai pertimbangan pemilihan lokasi pembangunan. Apalagi, Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi dan distribusi kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Gambar ilustrasi
Ada Kopdes yang Berdiri di Pinggir Pantai
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di kawasan Pantai Puger, Jember, Jawa Timur.
Bangunan Kopdes Merah Putih di lokasi tersebut terlihat berada di sekitar kawasan pantai. Posisi ini kemudian mendapat perhatian karena kawasan pantai memiliki sejumlah risiko, seperti abrasi maupun gelombang tinggi.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mempertanyakan apakah lokasi tersebut sudah melalui kajian yang matang dari sisi keamanan, aksesibilitas, hingga potensi pasar.
Namun, viralnya sejumlah lokasi ini tidak serta-merta berarti seluruh pembangunan Kopdes Merah Putih memiliki persoalan yang sama.
Ada Juga yang Berada di Kawasan Pegunungan
Lokasi lain yang ikut menjadi perhatian berada di kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat.
Dalam rekaman yang beredar, bangunan koperasi terlihat berdiri di kawasan yang dikelilingi pepohonan. Kondisi sekitar yang relatif sepi membuat warganet mempertanyakan siapa yang nantinya menjadi konsumen utama koperasi tersebut.
Sorotan serupa juga muncul pada Kopdes Merah Putih di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Bangunan tersebut disebut berada di kawasan lereng Gunung Prau.
Keberadaan bangunan di kawasan seperti ini kemudian memunculkan diskusi mengenai akses masyarakat dan potensi aktivitas ekonomi di sekitar lokasi.
Bangunan di Samping TPU Ikut Viral
Tidak hanya lokasi terpencil, bangunan yang berada dekat tempat pemakaman umum (TPU) juga menjadi sorotan.
Salah satunya berada di Tegalgunung, Blora, Jawa Tengah. Bangunan Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut disebut berdiri tepat di samping kompleks TPU.
Sementara itu, di Desa Regemuk, Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pembangunan Kopdes juga sempat menjadi polemik karena lokasinya berada di atas lahan pemakaman umum. Lokasi tersebut kemudian dikabarkan dialihkan setelah mendapat protes dan sorotan masyarakat.
Pemerintah Sebut Tidak Semua Lokasi Bermasalah
Viralnya beberapa lokasi tersebut perlu dilihat secara proporsional. Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebelumnya menjelaskan bahwa laporan mengenai lokasi yang dianggap kurang ideal hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan pembangunan.
Pada Juli 2026, Ferry menyebut dari sekitar 30 ribu Kopdes yang sedang dibangun, jumlah lokasi yang dinilai kurang ideal berdasarkan laporan masyarakat dan media sosial disebut kurang dari sepuluh unit. Pemerintah juga menyatakan akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap laporan tersebut serta mencari solusi apabila memang ditemukan persoalan.
Artinya, keberadaan beberapa bangunan yang viral tidak bisa langsung dijadikan gambaran bahwa seluruh program Kopdes Merah Putih dibangun di lokasi yang tidak tepat.
Bukan Cuma Soal Bangunan, Tapi Harus Bisa Berfungsi
Pada akhirnya, perhatian publik bukan hanya mengenai bagaimana bentuk bangunannya atau di mana lokasinya berdiri. Hal yang jauh lebih penting adalah apakah koperasi tersebut nantinya benar-benar bisa digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Lokasi yang strategis menjadi salah satu faktor penting karena koperasi diharapkan dapat menjadi pusat distribusi barang dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Sejumlah pihak sebelumnya juga menekankan pentingnya pemilihan lokasi yang mudah dijangkau masyarakat serta memiliki potensi pasar yang memadai. Dengan begitu, bangunan yang sudah dibangun tidak berhenti sebagai fasilitas fisik saja, tetapi benar-benar dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi desa.
Viralnya lokasi-lokasi Kopdes Merah Putih pun akhirnya membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi program tersebut. Sorotan warganet dapat menjadi masukan apabila disertai informasi yang benar dan kemudian diverifikasi oleh pihak terkait.
Sebab, keberhasilan Kopdes Merah Putih nantinya tidak cukup diukur dari berapa banyak bangunan yang selesai. Yang lebih penting adalah seberapa besar manfaatnya bagi warga dan apakah koperasi tersebut mampu bertahan sebagai pusat kegiatan ekonomi di desa.
Sumber Informasi : MerahPutih.com dan JPNN.com.
This post has been viewed 18 times.
