Viral Ambulans Geruduk SPBU di Sukoharjo, Ternyata Gegara Ditolak Isi BBM

SUKOHARJO – Video sejumlah ambulans yang mendatangi sebuah SPBU di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, ramai diperbincangkan di media sosial. Kedatangan rombongan ambulans tersebut ternyata berkaitan dengan persoalan pengisian bahan bakar jenis Pertalite.

Peristiwa itu terjadi di SPBU yang berada di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Kejadian bermula pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 11.50 WIB, ketika salah satu ambulans milik relawan Sedekah Bareng (Saber) hendak mengisi BBM.

Gambar ilustrasi

Ambulans tersebut diketahui sedang menjalankan aktivitas pelayanan kemanusiaan. Setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Kustati Solo, ambulans tersebut mendapat panggilan untuk menjemput pasien dalam kondisi darurat.

Namun, ketika hendak mengisi Pertalite di SPBU Kadilangu, kendaraan tersebut tidak mendapatkan pelayanan seperti yang diharapkan.

Foto Ambulans di Barcode Jadi Persoalan

Ketua relawan Sedekah Bareng, Wirawan, menjelaskan persoalan bermula dari data kendaraan yang tercantum pada barcode MyPertamina.

Barcode tersebut dibuat pada 2022. Saat pertama kali didaftarkan, ambulans masih menggunakan branding lama berupa warna oranye dengan garis-garis. Setelah beberapa tahun, tampilan atau branding kendaraan mengalami perubahan.

Perubahan tersebut kemudian menjadi persoalan ketika ambulans hendak melakukan pengisian BBM. Foto kendaraan yang tercantum dalam data barcode dianggap tidak sesuai dengan kondisi fisik ambulans saat ini.

Petugas SPBU kemudian meminta pengemudi untuk memperbarui foto kendaraan pada sistem.

Bagi pengemudi, kondisi tersebut cukup menyulitkan karena ambulans sedang membutuhkan BBM untuk menjalankan tugas berikutnya. Terlebih, kendaraan tersebut disebut dalam kondisi bahan bakar yang sudah hampir habis.

Menurut penjelasan Wirawan, proses pembaruan data tidak dapat dilakukan secara cepat karena harus melalui proses pendaftaran ulang dan penghapusan akun lama.

Persoalan semakin rumit setelah barcode kendaraan sudah terlanjur dipindai. Pengemudi kemudian harus menunggu jeda waktu sebelum dapat melakukan pengisian kembali di SPBU lain.

Ambulans Batal Menjemput Pasien

Situasi tersebut akhirnya berdampak pada tugas kemanusiaan yang sedang dijalankan.

Ambulans Saber yang seharusnya menjemput pasien akhirnya tidak dapat menjalankan tugas tersebut sesuai rencana. Pasien kemudian dijemput menggunakan ambulans lain.

Sementara itu, pihak relawan yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mencoba berkomunikasi dengan pengawas SPBU.

Namun, sebelum persoalan benar-benar selesai, sejumlah relawan ambulans justru datang langsung ke SPBU Kadilangu sekitar pukul 13.30 WIB.

Kedatangan sejumlah ambulans tersebut kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial. Karena jumlah ambulans yang datang cukup banyak, peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian warganet.

Di media sosial, banyak yang mempertanyakan alasan ambulans sampai harus mendatangi SPBU secara bersama-sama.

Pihak SPBU Beri Penjelasan

Pengawas SPBU Kadilangu, Udin, kemudian memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut.

Menurutnya, persoalan antara pihak SPBU dan relawan ambulans sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak SPBU juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Udin menjelaskan bahwa ke depannya, selama nomor pelat kendaraan dan barcode sesuai, ambulans akan tetap mendapatkan pelayanan meskipun terdapat perbedaan pada tampilan kendaraan.

Hal tersebut dilakukan karena ambulans memiliki fungsi khusus dalam pelayanan masyarakat.

Pihak SPBU juga menyatakan akan memperbaiki pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurut Udin, operator di lapangan kemungkinan belum memahami secara tepat kondisi khusus yang berkaitan dengan kendaraan ambulans.

Persoalan tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak terkait.

Berakhir dengan Kesepakatan

Setelah dilakukan klarifikasi, persoalan antara relawan ambulans dan pihak SPBU akhirnya dinyatakan selesai.

Kejadian ini menjadi perhatian karena menyangkut kendaraan yang digunakan untuk pelayanan kemanusiaan. Ambulans membutuhkan kesiapan setiap saat, termasuk ketersediaan bahan bakar ketika harus menjemput atau mengantar pasien.

Di sisi lain, sistem administrasi dan verifikasi kendaraan tetap diperlukan dalam proses penyaluran BBM. Karena itu, pemahaman petugas di lapangan menjadi penting agar prosedur yang diterapkan tidak menimbulkan kendala ketika berhadapan dengan kendaraan yang sedang menjalankan tugas darurat.

Viralnya kejadian di Sukoharjo ini pun menjadi pengingat bahwa persoalan administrasi di lapangan perlu ditangani dengan komunikasi yang baik, terlebih ketika kendaraan tersebut sedang digunakan untuk membantu masyarakat.

Untuk kasus ini, pihak SPBU telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji memperbaiki pelayanan. Sementara persoalan yang terjadi antara relawan dan SPBU juga telah diselesaikan secara kekeluargaan.

 

Sumber Referensi: detikNews/detikJateng – Viral Ambulans Ramai-ramai Geruduk SPBU di Sukoharjo

This post has been viewed 18 times.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.