Tragedi Outbound di Curug Kanesia Baturraden, Siswi Ponpes di Cilongok Tewas Terseret Arus Saat Berfoto
BATURRADEN – Kegiatan outbound penutupan Dauroh Quran yang diikuti rombongan siswa Pondok Pesantren Modern ZISS Cilongok berujung duka. Seorang siswi berusia 17 tahun dilaporkan meninggal dunia usai terseret arus deras di kawasan wisata Curug Kanesia, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Selasa (12/5/2026).
Korban diketahui merupakan siswi kelas XII berinisial AEL (17), warga Majenang, Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan laporan yang diterima dari unsur Kecamatan Baturraden, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.15 WIB saat korban bersama rombongan mengikuti kegiatan outbound di area curug.
Rombongan diketahui berangkat dari Ponpes Modern ZISS Cilongok sekitar pukul 08.30 WIB dengan total peserta sebanyak 22 orang, terdiri dari para siswa dan guru pendamping.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan langsung melaksanakan kegiatan di sekitar area air terjun. Sejumlah siswa kemudian turun ke aliran air untuk berfoto bersama.
Namun nahas, saat lima siswa termasuk korban berdiri di area dengan ketinggian air sekitar sepinggang untuk berfoto di depan air terjun, salah satu siswa diduga kehilangan keseimbangan akibat derasnya arus.
Kondisi itu membuat lima siswa terjatuh dan terseret aliran air ke bagian tengah curug.
“Mereka sempat berteriak meminta tolong,” ujar salah satu sumber berdasarkan laporan saksi di lokasi.
Dua saksi yang berada di lokasi langsung meminta bantuan kepada pengelola wisata. Petugas pengelola sempat melemparkan pelampung ke arah para korban.
Empat siswa berhasil diselamatkan. Namun korban diduga tidak bisa berenang dan terseret arus ke bawah air hingga akhirnya tenggelam.
Pihak pengelola kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada tim gabungan dari Basarnas, BPBD, dan Polsek Baturraden.
Sekitar pukul 09.45 WIB, tim gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pencarian dengan menyelam ke dasar curug.
Korban akhirnya ditemukan pada pukul 10.17 WIB dan segera dievakuasi menuju RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim dokter RSUD Margono Soekarjo bersama tim Fakultas Kedokteran Unsoed Purwokerto, ditemukan beberapa tanda fisik pada tubuh korban, di antaranya memar di bagian belakang kepala, keluar darah dari hidung kanan, busa dari hidung, serta luka pada lidah akibat tergigit.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pengelola wisata maupun pengunjung agar lebih memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat beraktivitas di area air terjun yang memiliki arus deras dan medan licin.
Hingga berita ini ditulis, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait standar keamanan kegiatan di lokasi wisata tersebut.
Redaksi
This post has been viewed 231 times.
