DPRD Jember Goes Viral Saat Bahas Stunting Main Game
Saat Angka Stunting Dibahas Serius, Video Anggota DPRD Jember Diduga Main Gim Malah Viral
JEMBER – Sebuah video yang memperlihatkan suasana rapat di lingkungan DPRD Jember mendadak ramai diperbincangkan publik setelah beredar luas di media sosial. Bukan karena hasil rapat atau solusi konkret yang dihasilkan, perhatian warganet justru tertuju pada seorang anggota dewan yang diduga sedang bermain gim di ponselnya saat rapat berlangsung.
Video tersebut pertama kali ramai setelah diunggah ulang sejumlah akun media sosial, salah satunya akun X yang menyoroti perilaku anggota dewan saat agenda pembahasan isu stunting berlangsung. Dalam unggahan yang beredar, tampak seorang pria duduk di ruang rapat sambil sesekali melihat layar ponselnya.
Narasi yang menyertai video itu menyebut bahwa rapat tersebut tengah membahas persoalan stunting di Kabupaten Jember. Namun alih-alih fokus menyimak pembahasan yang menyangkut masa depan generasi muda, sosok dalam video itu justru diduga bermain gim. Bahkan, sejumlah unggahan lain turut menyinggung dugaan adanya aktivitas merokok di sela rapat tersebut.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Jember mengenai identitas sosok dalam video maupun konteks lengkap kejadian tersebut. Meski demikian, video singkat itu sudah telanjur memancing reaksi keras dari masyarakat di media sosial.
Banyak warganet menilai perilaku tersebut mencerminkan rendahnya keseriusan sebagian pejabat publik dalam membahas persoalan rakyat. Tidak sedikit pula yang menyayangkan kejadian itu karena isu yang sedang dibahas bukan perkara sepele.
Stunting sendiri masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis itu berdampak panjang, mulai dari gangguan perkembangan fisik hingga kemampuan kognitif anak.
Pemerintah pusat bahkan menjadikan penurunan angka stunting sebagai salah satu program prioritas nasional dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai anggaran digelontorkan, edukasi dilakukan, hingga pemerintah daerah didorong aktif menekan angka stunting di wilayah masing-masing.
Karena itulah, publik menilai forum rapat terkait stunting semestinya menjadi ruang diskusi yang serius dan produktif. Masyarakat berharap para wakil rakyat benar-benar hadir untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga, bukan justru menampilkan sikap yang dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab jabatan.
Fenomena ini juga kembali memunculkan kritik lama soal etika pejabat publik saat menghadiri rapat formal. Dalam beberapa kasus sebelumnya, publik juga pernah menyoroti anggota legislatif yang tertidur saat sidang, bermain ponsel ketika rapat penting berlangsung, hingga absen dalam agenda-agenda strategis.
Di era media sosial seperti saat ini, tindakan kecil yang dilakukan pejabat publik sangat mudah terekam dan tersebar luas. Hal itu menjadi pengingat bahwa masyarakat kini semakin aktif mengawasi perilaku para pemangku kebijakan.
Terlepas dari benar atau tidaknya narasi yang berkembang, DPRD Jember dinilai perlu memberikan klarifikasi agar tidak memunculkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.
Jika benar terjadi, insiden tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Sebab kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif dibangun bukan hanya lewat kebijakan yang dihasilkan, tetapi juga dari sikap dan keteladanan para anggotanya.
Di tengah perjuangan banyak keluarga menghadapi persoalan gizi anak dan kebutuhan hidup yang semakin berat, publik tentu berharap para pemimpin daerah menunjukkan empati dan keseriusan nyata.
Sebab bagi masyarakat, isu stunting bukan sekadar angka statistik di atas meja rapat. Di baliknya ada masa depan anak-anak yang sedang dipertaruhkan.
This post has been viewed 134 times.
